Ekbis

Akses Darat Aceh Berangsur Dibuka, Jalur Tengah ke Bener Meriah–Aceh Tengah Masih Terbatas

×

Akses Darat Aceh Berangsur Dibuka, Jalur Tengah ke Bener Meriah–Aceh Tengah Masih Terbatas

Sebarkan artikel ini
Pengendara sepeda motor melintasi jalan nasional Bireuen–Takengon yang amblas di Bireuen, Aceh, Senin (15/12/2025). Hujan deras akhir November memicu puluhan longsor dan amblas, mengganggu akses menuju Bener Meriah. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom).
Pengendara sepeda motor melintasi jalan nasional Bireuen–Takengon yang amblas di Bireuen, Aceh, Senin (15/12/2025). Hujan deras akhir November memicu puluhan longsor dan amblas, mengganggu akses menuju Bener Meriah. (Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom).

Akses darat di Aceh mulai dibuka bertahap, namun jalur menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah masih terbatas.

KoranAceh.Net | Banda Aceh – Pemulihan akses darat pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh mulai menunjukkan pergerakan. Sejumlah ruas jalan nasional kembali dapat dilalui. Namun, akses darat terutama menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah, belum pulih sepenuhnya.

Hingga Minggu (21/12/2025) pukul 10.00 WIB, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan sebagian besar lintas timur dan lintas barat Aceh sudah fungsional. Pernyataan itu disampaikan melalui laporan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, yang saat ini memprioritaskan pembersihan sisa material banjir dan longsor di titik-titik rawan.

Baca Juga:
Menteri PU Akui Kerusakan Infrastruktur di Aceh Paling Parah

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembukaan jalan nasional ditempatkan sebagai kebutuhan mendesak. “Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” kata Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (21/12/2025).

Di lintas timur, akses dari Banda Aceh hingga perbatasan Sumatera Utara dilaporkan telah kembali terhubung. Ruas Banda Aceh–Meureudu berstatus fungsional. Ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen dapat dilalui sejak 12 Desember 2025 setelah penimbunan oprit jembatan yang runtuh.

Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara juga sudah dibuka secara terbatas melalui jalur alternatif Jembatan Bailey di Awe Geutah sejak 19 Desember 2025. Di segmen lain, Lhokseumawe–Langsa kembali berfungsi setelah pembersihan sedimen rampung pada 10 Desember 2025, disusul Langsa–Kuala Simpang pada 19 Desember 2025. Adapun ruas Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara telah dapat dilalui seluruh jenis kendaraan, meski pembersihan lumpur dan kayu masih berlangsung.

Di wilayah tengah dan barat Aceh, Kementerian PU melaporkan progres serupa. Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah dinyatakan fungsional sejak 18 Desember 2025 setelah pemasangan Jembatan Bailey di Jembatan Teupin Mane dan penanganan longsoran sementara.

Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara kembali terhubung pada 19 Desember 2025. Sementara itu, ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhokseumawe–Jeuram dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Pada jalur ini, satu jembatan yang sempat putus ditangani melalui penimbunan oprit dan pemasangan jembatan darurat, sebelum Jembatan Bailey ditargetkan fungsional pada 25 Desember 2025.

Kementerian PU juga menyebut ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara telah dapat dilalui. Di ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane, sembilan titik longsoran telah ditangani. Dua jembatan masih difungsikan melalui jalan sementara sambil menunggu pemasangan Jembatan Bailey yang ditargetkan rampung pada 27 Desember 2025.

Akses Darat Wilayah Tengah Aceh

Gambaran di tingkat provinsi disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir Syamaun. Ia menegaskan bahwa sebagian akses strategis menuju wilayah tengah memang mulai terbuka, tetapi belum sepenuhnya normal.

Menurut Nasir, jalur Aceh Utara/Kota Lhokseumawe–Bener Meriah kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, lalu lintas masih dibatasi dan pengguna jalan diminta berhati-hati karena kondisi medan belum stabil.

Baca Juga:
Sekda Aceh Laporkan Pemulihan Jalan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah, Sejumlah Ruas Masih Terputus

Kendala lebih berat terjadi pada jalur Bireuen–Bener Meriah. Nasir menyebut kendaraan roda dua dan roda empat baru dapat melintas hingga Jembatan Tenge Besi. Kendaraan berpenggerak empat roda (4×4) masih dimungkinkan melanjutkan perjalanan, tetapi hanya disarankan bagi pengemudi berpengalaman dan dilengkapi peralatan keselamatan.

Ia menambahkan, meski Jembatan Teupin Mane sudah fungsional dan uji coba open traffic telah dilakukan, pekerjaan lanjutan masih diperlukan. Fokus berikutnya adalah penanganan badan jalan yang amblas dan terputus di sekitar lokasi.

Nasir juga menegaskan bahwa ruas Batas Bireuen/Bener Meriah–Batas Bener Meriah/Aceh Tengah hingga kini masih terputus total. Belum ada jalur darat yang dapat digunakan kendaraan umum pada segmen tersebut.

“Pada Ruas Jalan Batas Bireuen/Bener Meriah – Batas Bener Meriah/Aceh Tengah, kondisi akses hingga saat ini masih terputus total,” ujarnya, dilansir dari keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).

Di sisi lain, laporan video yang diterima Pos Komando Tanggap Bencana Aceh pada Minggu tengah malam (21/12/2025) menyebut jalur menuju wilayah tengah Aceh melalui Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.

Paparan Kementerian PU dan Pemerintah Aceh menunjukkan bahwa pemulihan akses darat berjalan bertahap dan tidak merata. Sejumlah jalur sudah kembali berfungsi, sementara jalur penghubung utama ke Bener Meriah dan Aceh Tengah masih menyisakan titik putus dan pembatasan, di tengah proses penanganan yang terus berlangsung. []