AcehKesehatanNews

Pemko Banda Aceh Luncurkan PMT, Upaya Tingkatkan Kesembuhan Pasien TBC

×

Pemko Banda Aceh Luncurkan PMT, Upaya Tingkatkan Kesembuhan Pasien TBC

Sebarkan artikel ini
Perwakilan Pemerintah Kota Banda Aceh dan Perumda Tirta Daroy secara simbolis menyerahkan bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) kepada dua orang pasien Tuberkulosis (TBC) di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Jumat (26/9/2025). (Foto: HO-Pemko Banda Aceh).
Perwakilan Pemerintah Kota Banda Aceh dan Perumda Tirta Daroy secara simbolis menyerahkan bantuan Program Makanan Tambahan (PMT) kepada dua orang pasien Tuberkulosis (TBC) di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Jumat (26/9/2025). (Foto: HO-Pemko Banda Aceh).

Pemko Banda Aceh meluncurkan program makanan tambahan bagi 30 pasien TBC menggunakan dana CSR untuk mempercepat pemulihan dan menekan angka penularan.

koranaceh.net | Banda Aceh ‒ Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh meluncurkan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pasien Tuberkulosis (TBC) Tahun 2025, sebagai upaya meningkatkan status gizi pasien dan mendorong angka kesembuhan. Peluncuran program yang didukung dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Perumda Tirta Daroy ini dipusatkan di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Jumat (26/9/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, menyampaikan data kasus TBC sepanjang tahun 2024. Dari total 6.165 kasus suspek, sebanyak 1.548 orang terkonfirmasi positif. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.485 pasien telah menjalani pengobatan, sementara 63 lainnya belum memulai terapi,” ujar Wahyudi.

Program PMT ini, menurutnya, dirancang untuk memberikan dukungan nutrisi pada fase awal pengobatan yang krusial. Bantuan ini diharapkan dapat mengatasi salah satu kendala utama dalam proses penyembuhan.

“Melalui program PMT ini, pasien TBC akan menerima tambahan nutrisi berupa susu, telur, dan vitamin pada fase awal pengobatan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat sistem imun, mengurangi efek samping obat, serta mempercepat pemulihan pasien,” jelas Wahyudi.

Dana sebesar Rp 42 juta dari program CSR Perumda Tirta Daroy dialokasikan untuk 30 pasien TBC yang menjadi penerima manfaat pertama dari program ini.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanggulangan TBC adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, penyakit ini tidak hanya sebagai masalah kesehatan, tetapi juga sebagai isu sosial-ekonomi yang berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan keluarga.

“Tuberkulosis bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga menyangkut produktivitas dan kesejahteraan keluarga. Melalui program PMT ini, kita ingin memastikan pasien TBC mendapat dukungan penuh agar lebih cepat sembuh, sehat kembali, dan dapat beraktivitas seperti sediakala,” ungkap Illiza.

Lebih lanjut, Illiza mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memerangi stigma negatif terhadap pasien TBC dan bersama-sama mendukung upaya pemerintah mencapai target eliminasi penyakit tersebut. Pemulihan pasien yang lebih cepat, tambahnya, akan berdampak langsung pada ekonomi keluarga.

“Pemulihan yang lebih cepat akan membantu pasien kembali produktif, sehingga mengurangi dampak kehilangan pekerjaan dan beban ekonomi keluarga akibat tuberkulosis,” pungkasnya.