News

Israel Intensifkan Serangan, Dua Rumah Sakit di Gaza Lumpuh Total

×

Israel Intensifkan Serangan, Dua Rumah Sakit di Gaza Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini

Dua rudal Israel menghantam sebuah gedung di Rumah Sakit al-Ahli di Kota Gaza. (Foto: reuters.com/Dawoud Abu Alkas).
Dua rudal Israel menghantam sebuah gedung di Rumah Sakit al-Ahli di Kota Gaza. (Foto: reuters.com/Dawoud Abu Alkas).

Dua rumah sakit di Kota Gaza berhenti beroperasi akibat eskalasi serangan darat Israel. Kementerian Kesehatan Gaza sebut ini penargetan sistematis.

koranaceh.net | Gaza – Kementerian Kesehatan Gaza mengumumkan dua rumah sakit penting di Kota Gaza terpaksa berhenti beroperasi pada Senin, 22 September 2025, akibat eskalasi serangan darat dan kerusakan parah yang disebabkan oleh gempuran militer Israel. Fasilitas yang lumpuh adalah Rumah Sakit Anak Al-Rantissi dan sebuah rumah sakit mata di dekatnya.

Melansir reuters.com, pada Selasa, 23 September 2025, Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan Israel secara sengaja dan sistematis menargetkan sistem layanan kesehatan. Kerusakan parah di RS Anak Al-Rantissi dilaporkan terjadi akibat bombardir beberapa hari sebelumnya, sementara serangan di sekitar rumah sakit mata tersebut membuat seluruh layanan terpaksa ditangguhkan.

“Tidak ada satupun fasilitas atau rumah sakit yang memiliki rute akses aman yang memungkinkan pasien dan korban luka untuk mencapainya,” tambah pernyataan kementerian tersebut. Pihak militer Israel belum memberikan komentar langsung terkait tuduhan ini.

Eskalasi ini terjadi seiring tank-tank Israel yang dilaporkan bergerak semakin dalam ke wilayah Kota Gaza. Israel menyebut wilayah tersebut sebagai “benteng terakhir Hamas”. Warga setempat melaporkan pada hari Senin bahwa tank Israel telah maju lebih jauh ke area Sheikh Radwan dan Jalan Jala di utara Kota Gaza—lokasi di mana kedua rumah sakit tersebut berada. Di wilayah Tel Al-Hawa, tank juga terus merangsek ke arah barat kota.

Menurut kesaksian warga, pasukan Israel menggunakan taktik baru dengan meledakkan kendaraan berisi bahan peledak dari jarak jauh untuk menghancurkan puluhan rumah di dua area tersebut.

Di tengah gempuran militer, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pertemuan di markas militer Tel Aviv, menegaskan kembali tekadnya untuk melenyapkan Hamas, membebaskan sisa sandera, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.

Namun, serangan yang terus berlanjut ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi keluarga para sandera Israel yang masih ditahan oleh Hamas. Dari 48 tawanan yang tersisa, hanya 20 orang yang diperkirakan masih hidup.

Otoritas kesehatan setempat melaporkan sedikitnya 25 orang tewas akibat serangan Israel pada hari Senin di seluruh Jalur Gaza, dengan sebagian besar korban berada di Kota Gaza.

Konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun ini, yang dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang menurut penghitungan Israel, telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang parah. Kampanye militer balasan Israel, menurut otoritas kesehatan Gaza, telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, mayoritas warga sipil, serta menyebabkan kelaparan, kehancuran infrastruktur masif, dan pengungsian sebagian besar populasi.

Sumber: reuters.com