AcehNews

Wakil Gubernur Aceh Sampaikan Komitmen Pembangunan dalam Tausiah di UIN Ar-Raniry

×

Wakil Gubernur Aceh Sampaikan Komitmen Pembangunan dalam Tausiah di UIN Ar-Raniry

Sebarkan artikel ini

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., saat menyampaikan ceramah (Kultum) Ramadan 1448H yang didahului Shalat Zuhur berjamaah, di Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (5/3/2025). (Foto: HO-Pemerintah Aceh).
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., saat menyampaikan ceramah
(Kultum) Ramadan 1448H yang didahului Shalat Zuhur berjamaah, di
Masjid Fathun Qarib UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rabu (5/3/2025). (Foto:
HO-Pemerintah Aceh).

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, menegaskan komitmen pemerintah dalam
pembangunan pendidikan dan investasi saat tausiah di Masjid Fathun Qarib,
UIN Ar-Raniry. Ia juga membahas dukungan dari pemerintah pusat dan investor
asing untuk Aceh.

koranaceh.net Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, menyampaikan
tausiah setelah Salat Zuhur di Masjid Fathun Qarib, UIN Ar-Raniry, pada
Rabu, 5 Maret 2025.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen
untuk mengutamakan sektor pendidikan sebagai bagian dari pembangunan daerah
yang berkelanjutan.

Baca Juga:
Gubernur Aceh Hadiri Peluncuran Indeks Pencegahan Korupsi Daerah oleh
KPK

“Kami bersama Bapak Gubernur berkomitmen untuk mengutamakan (pembangunan)
pendidikan. Kalau masalah pendidikan, hajat hidup orang banyak, kami
utamakan itu,” ujar Fadhlullah di hadapan para jamaah, yang terdiri dari
akademisi, pejabat pemerintahan, dan mahasiswa.

Selain pendidikan, Fadhlullah juga mengungkapkan bahwa investasi asing akan
segera masuk ke Aceh. Ia menyebutkan bahwa Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA)
telah mengutarakan rencana bantuan untuk pengembangan UIN Ar-Raniry dan
proyek lainnya.



“Dubes UEA, dia cerita tentang UIN. Dalam waktu dekat akan ada investasi di
Aceh, membantu membangun Masjid dan hal lain. Itu diceritakan sahabat saya,
Dubes UEA. Saya tanya rektor, benar jika dalam waktu dekat dia akan datang
ke sini. Kita harus sambut mereka dengan meriah, sebagaimana kita menjadi
tamu di negeri orang,” katanya.

Fadhlullah juga menyinggung pertemuannya dengan Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), dalam rangka
menarik lebih banyak investasi ke Aceh. Menurutnya, Luhut berpesan agar
Pemerintah Aceh tidak mempersulit investor yang ingin menanamkan modal di
daerah tersebut.

Baca Juga:
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Masyarakat Berburu Berkah di Bulan
Ramadhan

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur turut menyampaikan bahwa Presiden
Prabowo Subianto telah menegaskan komitmennya untuk membantu Aceh dalam
berbagai aspek pembangunan.

“Presiden menyampaikan jika di sisa umur kita tidak lama, kita harus
bahagiakan mereka (masyarakat), sejahterakan mereka. Kalau mengenai
pemerintah pusat, tanggung jawab saya. Laporkan ke saya, saya akan
permudahkan,” ujarnya meneruskan pesan Presiden kepada dirinya dan
Gubernur.



Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo juga akan lebih sering
mengunjungi Aceh guna membahas berbagai isu pembangunan. 
Salah satu fokus utama pemerintah pusat adalah meningkatkan perekonomian
desa dengan membentuk lebih banyak koperasi dan menambah alokasi dana desa
dari Rp1 miliar menjadi Rp3-5 miliar.

Di luar sektor ekonomi, Fadhlullah menyoroti maraknya judi online di Aceh
yang kini menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa
pemblokiran situs judi online secara nasional sebenarnya merupakan ide yang
lahir dari Aceh.

Baca Juga:
Wagub Aceh Fadhlullah Berbelanja Takjil di Pasar Ramadhan, Ingatkan
Pedagang Jaga Kebersihan

“Judi online luar biasa. Terjadi pemblokiran di nasional ide orang Aceh.
Saya waktu itu di Komisi 1, Kominfo kemudian bisa memblokir judi online, itu
idenya orang Aceh. Setiap ide yang terbaik di republik ini lahir dari Aceh,”
tuturnya.

Pada akhir tausiahnya, Fadhlullah mengajak akademisi dan masyarakat untuk
terus berpartisipasi dalam pembangunan Aceh dengan memberikan kritik serta
masukan yang konstruktif.



“Kami di sini butuh pemikiran ilmuwan, ayo sama-sama membangun Aceh. Kita
harus kompak, kami butuh dan berharap komunikasi terus terjalin. Berikan
masukan, tegur kami jika salah,” katanya.

Tausiah ini dihadiri oleh Rektor UIN Ar-Raniry, Profesor Mujiburrahman,
beserta jajaran universitas, Asisten Sekda Aceh, sejumlah kepala SKPA, serta
Kepala Biro di Lingkungan Setda Aceh.[]