![]() |
|
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko (kanan) dengan didampingi Kabag Penum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago (kiri) di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Maret 2025. (Foto: Antara). |
Penyelidikan mencakup pemeriksaan saksi, pengecekan CCTV, dan pengumpulan
bukti di lokasi kejadian.
koranaceh.net
–
Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan teror
terhadap jurnalis Tempo yang terjadi pada Rabu, 19 Maret 2025.
Insiden ini berupa pengiriman kepala babi yang diletakkan dalam kotak
kardus dan dikirimkan ke Gedung Tempo, Jakarta Selatan.
Penyelidikan dilakukan menyusul laporan resmi yang masuk terkait dugaan
tindak pidana ancaman kekerasan dan/atau upaya menghalang-halangi kerja
jurnalistik.
Saat ini, tim penyidik telah melakukan langkah awal dengan mendatangi
lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak keamanan, serta mengumpulkan
keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Polri telah melakukan langkah awal penyelidikan di TKP untuk
mengumpulkan informasi dan keterangan yang diperlukan, serta mengecek
Closed Circuit Television di Pos Satuan Pengamanan Gedung Tempo,” ujar
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu, 23
Maret 2025.
Menurut Trunoyudo, penyelidikan masih terus berlangsung. Tim penyidik
saat ini sedang mengumpulkan bahan keterangan dan bukti guna mendukung
proses hukum lebih lanjut.
Baca Juga :
Dewan Pers Kutuk Keras Teror terhadap Jurnalis Tempo, Desak Penegakan
Hukum
“Rencana tindak lanjut meliputi klarifikasi terhadap saksi serta
pelaksanaan kelengkapan administrasi syarat formil penyelidikan,”
tambahnya.
Dugaan teror ini telah mendapat perhatian luas dari berbagai pihak,
termasuk komunitas pers yang mengecam tindakan tersebut sebagai bentuk
intimidasi terhadap kebebasan pers.
Dewan Pers sebelumnya juga telah mengutuk keras aksi ini dan meminta
aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku serta motif di balik
pengiriman kepala babi tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan
guna mengungkap pelaku di balik aksi teror ini.




