![]() |
| Penjual saat menjajaki daging Meugang. (Foto: Ist). |
Dinas Peternakan Aceh mencatat persediaan ternak untuk meugang Ramadan 1446
H mencapai 1,78 juta ekor. Pemerintah juga mengimbau pemotongan dilakukan di
RPH demi keamanan pangan.
Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Dinas
Peternakan (Disnak) Aceh memastikan ketersediaan ternak untuk tradisi
meugang dalam kondisi mencukupi.
Berdasarkan pendataan dari 23 kabupaten/kota di Aceh, jumlah ternak yang
siap dipasarkan mencapai 1,78 juta ekor, terdiri dari sapi, kerbau, kambing,
domba, dan ayam.
Baca Juga:
Stok Sembako Jelang Ramadan di Aceh Aman, Pemerintah Gelar Pasar Murah
Kepala Disnak Aceh, Zalsufran, mengatakan bahwa jumlah persediaan tersebut
cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat meugang.
“Untuk meugang Ramadan yang tercatat sebanyak 1,78 juta ekor, di antaranya
33.992 ekor sapi/kerbau, 18.453 ekor kambing, 7.905 ekor domba, dan ayam
sebanyak 1.720.051 ekor,” kata Zalsufran dalam keterangan resmi yang
koranaceh.net kutip pada
Senin, 24 Februari 2025.
Lebih lanjut, ia merincikan bahwa dari total 33.992 ekor sapi dan kerbau,
terdapat 19.167 ekor sapi jantan, 2.636 sapi betina tidak produktif, serta
584 ekor sapi impor asal Australia. Sementara itu, jumlah kerbau terdiri
dari 8.063 ekor jantan dan 3.542 ekor betina tidak produktif.
Untuk persediaan kambing, terdapat 18.237 ekor dengan 216 ekor di antaranya
produktif. Sedangkan populasi domba mencapai 7.898 ekor dengan tujuh ekor
domba produktif.
Baca Juga:
Wagub Aceh Tinjau Pasar Almahira, Harga Sembako Naik Jelang Ramadan
Dari seluruh kategori ternak yang tersedia, ayam menjadi komoditas dengan
jumlah tertinggi, mencapai lebih dari 1,7 juta ekor.
Terkait harga daging saat meugang, Zalsufran menyebut bahwa harga
bervariasi di setiap daerah. Untuk daging sapi dan kerbau, harga berkisar
antara Rp140 ribu hingga Rp200 ribu per kilogram. Sementara itu, harga
kambing dan domba berada di rentang Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per
kilogram.
Harga ayam ras berkisar Rp45 ribu hingga Rp140 ribu per ekor, sementara
ayam buras (kampung) dijual dengan harga Rp60 ribu hingga Rp300 ribu per
ekor.
Zalsufran juga mengimbau agar pemotongan hewan untuk meugang dilakukan di
rumah potong hewan (RPH) resmi demi memastikan keamanan pangan.
Baca Juga:
Pemkab Aceh Besar Siap Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadhan 1446 H
“Pemotongan daging meugang disarankan dilakukan di rumah potong hewan (RPH)
yang tersedia di setiap kabupaten/kota, serta dilakukan pemeriksaan
kesehatan hewan oleh dokter hewan berwenang di RPH atau tempat yang
ditetapkan pemerintah setempat,” ujarnya.
Tradisi meugang sendiri merupakan budaya khas masyarakat Aceh yang
dilakukan sebelum Ramadan dengan membeli dan mengonsumsi daging sebagai
bentuk perayaan.
Dengan ketersediaan stok yang mencukupi, diharapkan tradisi ini dapat terus
berlangsung dengan harga yang tetap stabil dan terjangkau bagi
masyarakat.[]




