EkbisNasionalNews

Zulhas: Harga Minyak Goreng dan Gula Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

×

Zulhas: Harga Minyak Goreng dan Gula Naik, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Sebarkan artikel ini
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat jumpa pers usai meninjau pasar Sei Sikambing, di Medan Helvetia, Sumatera Utara, pada Senin (21/1/2025). (Foto: Ist).
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat diwawarai awak media usai meninjau pasar Sei Sikambing, di Medan Helvetia, Sumatera Utara, pada Senin (21/1/2025). (Foto: Ist).

Menjelang Ramadan, Zulhas ungkap kenaikan harga minyak goreng dan gula di
sejumlah daerah. Pemerintah berencana mengevaluasi situasi dan mengambil
kebijakan untuk mengatasi kenaikan harga.

Jakarta – Menjelang
Ramadan, harga sejumlah bahan pokok seperti minyak goreng dan gula dilaporkan
mengalami kenaikan di beberapa daerah. Menteri Koordinator Bidang Pangan
Zulkifli Hasan, atau yang akrab disapa Zulhas, mengungkapkan temuan ini setelah melakukan
kunjungan kerja ke Sumatera Utara.

Baca Juga:
Indonesia Stop Impor Komoditas di Penghujung Tahun, Mampukah Target
Swasembada Pangan Tercapai?


“Ada beberapa daerah seperti Sumatera Utara, kemarin hasil kunjungan, harga
minyak, termasuk minyak curah agak naik, juga gula agak naik,” ujar Zulhas
dalam jumpa pers di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 22
Januari 2025 lalu.


Melihat situasi ini, Zulhas menyatakan pemerintah akan segera melakukan
evaluasi mendalam untuk mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut. Selain
itu, langkah konkret juga akan diambil untuk memastikan harga tetap stabil dan
tidak memberatkan masyarakat selama Ramadan.





Meski beberapa
harga bahan pokok
naik, Zulhas menegaskan ketersediaan stok bahan pangan untuk menghadapi momen
besar seperti Imlek, Ramadan, dan
Lebaran
masih mencukupi. Salah satu langkah yang telah diputuskan adalah impor daging
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.


“Ya memang udah diputuskan (impor daging), harus segera diadakan. Kami akan
monitor biar cepat. Jangan sampai nanti puasa, telat, enggak ada barang,” kata
Zulhas. Rencananya, sebanyak 180 ribu ton daging reguler dan 100 ribu ton
daging kerbau akan masuk ke Indonesia dalam waktu dekat.

Baca Juga:
FKIJK Aceh dan Kodam Iskandar Muda Perkuat Sinergi untuk Dukungan Ekonomi
Aceh


Zulhas juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan membagikan
bantuan pangan
berupa beras 10 kilogram pada Maret hingga April 2025. Alasannya, pada
bulan-bulan tersebut petani sedang menghadapi puncak panen raya, sehingga
produksi beras nasional diprediksi melimpah.


“Puncak panen nanti Maret-April, agak maju sedikit. Jadi Maret-April enggak
mungkin ada Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) maupun bantuan
pangan,” jelas Zulhas dalam konferensi pers sebelumnya di Graha Mandiri,
Jakarta, Senin, 6 Januari 2025.





Namun, pemerintah akan terus memantau perkembangan produksi
pertanian. Jika diperlukan, bantuan pangan dan program SPHP akan dilanjutkan pada
musim kemarau atau saat musim paceklik, untuk memastikan distribusi bantuan
tidak mengganggu harga di pasar. “Nanti mengganggu harga,” tegas Zulhas.

Baca Juga:
Dinas Pangan Aceh Besar Siapkan Program Prioritas 2025 untuk Wujudkan
Ketahanan Pangan


Pemerintah, lanjut Zulhas, akan terus mengawasi situasi pasar dan memastikan
harga-harga bahan pokok tetap terkendali. Evaluasi berkala akan dilakukan
untuk menentukan langkah antisipasi yang tepat, termasuk kemungkinan
penyesuaian kebijakan distribusi bantuan pangan di masa mendatang.


Dengan berbagai langkah ini, pemerintah optimis masyarakat dapat menjalani
Ramadan dan Idul Fitri dengan akses yang cukup terhadap bahan pokok, meskipun
tantangan kenaikan harga tetap harus diatasi.[]