Hamdan Budiman
*Pemred Koran Aceh
Ketidakadilan tak harus dilawan dengan kekerasan. Dalam ajaran Islam, dialog dan perdamaian menjadi senjata ampuh untuk meraih keadilan.
koranaceh.net | Perlawanan tanpa kekerasan merupakan salah satu pendekatan yang diambil oleh
banyak pemimpin Muslim dalam menghadapi penindasan dan ketidakadilan.
Dalam konteks Islam, cara ini sejalan dengan ajaran-ajaran Islam yang
menekankan pentingnya perdamaian, keadilan, dan penyelesaian konflik secara
damai.
Melalui sejarah, beberapa tokoh besar telah menunjukkan bahwa perlawanan tanpa
kekerasan dapat menjadi alat yang ampuh dalam memperjuangkan hak-hak dan
kebebasan.
Salah satu contoh paling terkenal dalam sejarah Islam adalah perjuangan
Mahatma Gandhi yang terinspirasi oleh ajaran Islam, meskipun dia bukan seorang
Muslim.
Baca Juga:
Aceh Benar Daerah Rawan atau Hanya Sekadar Narasi Politis ?
Metode yang digunakan dalam perjuangannya mempengaruhi banyak pemimpin Muslim,
seperti Muhammad Ali Jinnah dan Abdul Ghaffar Khan, yang menerapkan
prinsip-prinsip non-kekerasan dalam perjuangan mereka.
Mereka berusaha untuk menentang penjajahan Inggris di India dengan
mengedepankan dialog, demonstrasi damai, dan aksi boikot sebagai bentuk
protes.
Ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang keadilan dan perlunya
memperjuangkan hak asasi dapat dilaksanakan tanpa resorting to violence.
Banyak hadis Nabi Muhammad SAW juga mencerminkan pentingnya menyelesaikan
konflik dengan cara yang damai, seperti mendorong musyawarah dan dialog.
Baca Juga:
Bahasa, Kekuasaan, dan Politik
Perlawanan tanpa kekerasan juga terlihat dalam gerakan yang dilakukan oleh
berbagai organisasi Islam. Salah satu contohnya adalah gerakan Ikhwanul
Muslimin di Mesir.
Di bawah kepemimpinan tokoh-tokoh seperti Hassan al-Banna, mereka menggunakan
cara-cara damai untuk menyebarkan ideologi mereka dan membangun kesadaran
masyarakat tentang ketidakadilan.
Meskipun dihadapkan pada perlawanan yang keras, pendekatan ini menunjukkan
betapa efektifnya metode non-kekerasan dalam mengadvokasi perubahan sosial.
Dalam konteks modern, kita dapat melihat gerakan seperti Arab Spring yang
banyak dipicu oleh rasa ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang otoriter.
Baca Juga:
Candu Kekuasaan
Meskipun terjadi kekerasan, banyak demonstrasi yang berfokus pada pernyataan
damai, tuntutan pada perubahan politik, dan penegakan hak asasi manusia.
Umat Islam di berbagai negara berusaha untuk menjaga agar perjuangan mereka
tetap dalam koridor damai, sekaligus menegaskan nilai-nilai keadilan yang
diabadikan dalam ajaran agama.
Perlawanan tanpa kekerasan dalam Islam bukan hanya mungkin tetapi juga sangat
relevan.
Menghadapi ketidakadilan, pendekatan ini tidak hanya mencerminkan ajaran agama
tetapi juga membuktikan bahwa perubahan yang positif dapat dicapai melalui
metode damai.
Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip ini, umat Islam dapat terus
memperjuangkan hak-hak mereka serta menciptakan masyarakat yang lebih adil dan
sejahtera tanpa mengandalkan kekerasan.[]

